Minggu, 29 Agustus 2010

It's Time To Shopping... Oopps Beware !!!

Bulan Ramadhan tinggal menghitung jari untuk berlalu dan kemeriahan Hari Raya Idul Fitri sudah mulai terasa. Lebaran selalu disambut dengan gegap dan keriaan oleh semua umat muslim di Indonesia. Tradisi Lebaran yang senantiasa disambut dengan aneka busana baru, makanan khas Lebaran, accesories rumah yang baru, dll memberikan kesempatan kepada para pengusaha dan orang-orang kreatif lainnya untuk berlomba-lomba menawarkan produk-produk unggulan mereka.
Bunda pasti pernah lihat keadaan seperti ini
lautan manusia yang berdesakan demi mendapat barang yang diinginkan

Atau Bunda pernah lihat yang seperti ini
pilah pilih barang yang tepat untuk Lebaran

Biasanya waktu yang dipilih Bunda untuk berbelanja keperluan Lebaran itu adalah pertengahan bulan Ramadhan. Kalau sudah masuk masa-masa itu, sudah pasti deh mall, pusat perbelanjaan, pasar tradisional, atau pusat-pusat grosir dibanjiri oleh pengunjung. Ya seperti gambar di atas itu.
Bunda yang sudah terima gaji ke-13 pasti sudah siap-siap untuk membelanjakan uangnya untuk keperluan Lebaran. Nah saya mau berbagi tips nih Bund, tips mengelola belanja Lebaran biar nggak kalap waktu belanja hehehehe. Soalnya masa-masa menjelang Lebaran ini, toko-toko, mall, dan pusat perbelanjaan pasti kompak memberikan penawaran yang menggiurkan.Yang buat kita merasa "bersalah" kalau nggak belanja ^_^. Ini dari pengalaman pribadi sih, semoga bermanfaat ya...
1. Kelola Gaji ke-13 dengan lebih cerdas
Terkadang kalau kita menerima gaji ke-13 bawaannya kalap aja mau belanja. Nah saran saya sih, uang  THRnya dibagi 2. Sebagian disisihkan untuk keperluan tak terduga. Sebagian lagi baru dibelanjakan. Hal ini mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu hal yang membutuhkan dana cadangan lebih. Sakit, kecelakaan, atau kedatangan tamu dadakan heheheh. Tapi jika Bunda sebelumnya memiliki hutang, saran saya sih mending THRnya dibuat bayar hutang. Kan tenang kalau masuk Lebaran, hutang kita sudah lunas. Pokoknya dahulukan kebutuhan yang lebih mendesak. Buat skala prioritas ya Bund. Jangan terjebak dengan pendapat bahwa belanja Lebaran itu kebutuhan primer. Diskusikan dengan suami perihal semua kebutuhan seputaran rumah tangga yang mendesak untuk didahulukan.
2. Buat List Belanja
Kalau sudah pasti berapa budget gaji ke-13 yang akan kita belanjakan, Bunda harus buat list belanja. Mengapa ini penting untuk dilakukan sebelum Bunda pergi belanja? Karena list belanja ini bisa mencegah Bunda membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan. Pernah kan Bunda pulang dari belanja dan mendapati banyak barang yang seharunya tidak dibeli tapi ada di tas belanjaan Bunda. Hehehehe, itu wajar Bunda, soalnya kita gampang banget tergiur untuk membeli barang-barang yang terkesan "lucu" hehhehe pengalamanku juga kok Bund. Nah list belanja ini memberikan batasan pada kita pada saat belanja. Paling tidak bisa dijadikan sebagai alarm pengingat kalau-kalau kita sudah mulai mengambil barang-barang di luar kebutuhan sebenarnya. Seperti apa sih list belanjanya :
  • Baju lebaran buat Ayah, Bunda, Kakak, dan Adik, masing-masing 2 pcs
  • Kue lebaran : nastar, putri salju, kastangel, pastel mini, biskuit kaleng, cokelat, dan permen
  • Sirup : 4 botol
  • Toples : satu set
  • Bahan masakan untuk buat rendang, opor ayam, mi goreng, ketupat, dan sambal goreng kentang
  • dll 
Bunda, itu list sederhana loh, semakin detail Bunda menuliskan daftarnya, akan mempermudah Bunda saat Belanja.
3. Bawa uang pas waktu belanja
Bukan bermaksud irit atau pelit ya Bund. Bawa uang pas-pasan itu trik yang tepat untuk mengakali diri sendiri untuk tidak belanja berlebihan. It's work for me... hehhehe
4.Usahakan belanja sepagi mungkin
Kenapa kok saya menyarankan Bunda untuk berbelanja sepagi mungkin? Kan Bunda belanja Lebarannya pas bulan puasa nih. Kalau Bunda berangkat siang untuk belanja, Bunda akan cenderung mudah lelah. Kalau malam, waktu yang mepet dan singkat akan membuat Bunda terburu-buru pada saat belanja. Dan ini akan memicu kita kalap waktu belanja. Waktu yang paling tepat ya pagi hari. Kita masih fresh. Jadi belanja juga lebih tenang. Uang pun akan mengalir dengan tenang.
5. Jangan sendirian saat belanja
Usahakan jangan sendirian ya Bund. Ajak temen, saudara, atau siapa aja deh (kalau bisa jangan bawa si kecil) Orang lain yang mendampingi kita itu bisa berfungsi banyak, bisa untuk pengingat saat kita sudah mulai kalap belanja, bisa jadi second opinion waktu menentukan belanjaan, dll. Kenapa kok saya sarankan jangan bawa si kecil. Hal ini karena, pada saat menjelang Lebaran, pusat perbelanjaan itu pasti penuh sesak. Kasihan si kecil kalau harus ikut berdesak-desakan. Sudah sering dengar banyak anak hilang atau terpisah dengan orang tuanya di pusat perbelanjaan kan Bund?
6. Hati-hati
Kunci terakhir adalah hati-hati saat berbelanja Bund. Sekarang ini banyak modus kriminal yang serem-serem mulai hipnotis, copet, menyobek tas untuk diambil isinya dll (loh kok aku fasih ya hehehhe). Bunda harus hati-hati menjaga barang-barang penting, tas, dompet, perhiasan dll. Usahakan juga jangan memakai perhiasan atau accesories yang menonjol dan berlebihan Bund. Karena itu bisa mengundang niat jahat dari orang lain.
Selebihnya Bunda harus benar-benar cerdas dalam berbelanja, jangan terburu-buru, harus pintar menawar, gunakan prinsip ekonomi ya Bund, dengan modal sekecil-kecilnya kita harus bisa mendapat hasil sebesar-besarnya. ^_^ Bunda harus cerdas dalam mengelola keuangan dan membelanjakannya. Karena dengan begitu Bunda akan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Happy Shopping Time ya Bunda....  

0 comments:

Posting Komentar